Selasa, 25 Desember 2012

cerita tentang eyang

pada seorang eyang yang tak sedarah,

terakhir kali saya jumpa dia 4 tahun yang lalu, sepertinya hampir 4 tahun yang lalu.
tapi selama 4 tahun ini, semua yang pernah dia tanamkan, meski tak sengaja tertanam semuanya amsih melekat

perempuan dengan usia yang sudah tak lagi beli, yang selalu mengingatkan saya bagaiamana seorang perempuan harus punya semangat mengejar mimpi.

2 tahun lebih saya mengenal dia, selama itu juga semua yang dia ceritakan selalu berbekas.
eyang yang mengajarkan tentang mencintai,
eyang yang mengajarkan juga tentang memaafkan
eyang yang tak pernah patah semangat
eyang yang suka bercerita tentang masa mudanya
eyang yang suka sekali menyanyikan lagu nindji "mimpi adalah kunci, untuk kita menaklukan dunia, berlarilah tanpa henti, agar kita meraihnya"

eyang malam ini saya menyanyikan lagu yang suka eyang nyanyikan setiap saya datang ke rumah sambil berair mata.
karena kemarin, setelah hampir tahun tidak berjumpa dengan eyang, kita akhirnya ketemu eyang

perempuan yang tak pernah saya lihat sakit, karena dia bilang tak ada konsep sakit selama otak kita berpikir kita tidak sakit dan hati kita juga berpikir tak sakit, maka kita tidak akan sakit.

kemarin saat lihat kamu terbaring di rumah sakit, yang kata orang termasuk kata cucu kesayanganmu yang pernah jadi kesayangan saya juga, bilang kamu sakit. saya dalam hati yakin eyang tidak sakit. tidak pernah sakit.

meskipun kemarin, eyang sedang tak bisa ngobrol banyak dengan kita,
meskipun kemarin, eyang tak bisa lagi menyanyikan lagu tentang mimpi bersama
eyang kemarin sedang tak bisa bercerita tentang kisah pangeran di hari rabu

tapi kemarin, setelah hampir 4 tahun kita tak jumpa, saya tau eyang sedang tersenyum.

makanya kemarin, tak satu pun dari kita boleh menangis, karena kita tau eyang lagi tersenyum

eyang, saya rindu eyang yang selalu mengajarkan bagaimana seorang perempuan harus berlari
saya rindu eyang,
eyang kalau kita ktemu lagi nanti, saya pengen eyang bisa cerita banyak hal lagi,
tapi kalau tidak bisa cerita, setidaknya giliran kami yang cerita bagaimana kami meraih banyak mimpi di 4 tahun ini

eyang semoga eyang sudah kembali pulih kini,
eyang kan gak pernah sakit, karena saya ingat konsep sakit tak pernah ada di hidup eyang.

eyang sang perempuan yang selalu saya banggakan,
terimakasih untuk banyak pelajaran yang eyang kasih,

terimakasih juga, akhirnya siang itu kita kembali bertemu, meski keadaan eyang tak sama seperti 4 tahun yang lalu, tapi saya yakin semangat eyang selalu sama.

terimakasih eyang,
saya mungkin bukan cucu sedarah eyang, tapi saya semangat yang kamu tanamkan di hidup saya, masih mengalir di darah saya hingga saat ini.

jadi semangaaaaat eyang!

kita pasti bisa bertemu dan bercerita lagi kan?

 saya rindu, rindu sekali,

karena jangan-jangan rindu saya padamu melebihi rindu saya pada cucumu itu. hehe.


sampai bertemu eyang,
ingin saya bisikan sesuatu,

*mungkin kamu benar, cucu mu masih yang terbaik buat hidup saya, setidaknya hingga detik ini. karena dia membuat saya mengenal dirimu*




1 komentar:

Arifin Budi Purnomo Blog mengatakan...

Kunjungan persahabatan
Nice post kak
kunjungi http://arifinbudi.blogspot.com/ juga ya :)
Saling berbagi tentang kehidupan :)